Apa perlunya sales coaching untuk manager
Sebagai Seorang Manager yang membawahi divisi Penjualan kadang
mengalami kesulitan terhadap team salesnya yang merasa bahwa dirinya
tidak pantas jadi sales. Bahkan yg extremenya org tersebut memilih
menjadi sales daripada tidak ada kerjaan.
Tidak dapat dipungkiri, utk menjadi orang yang cukup banyak pendapatan
tanpa batas maka sales
Sejak satu tahun ini, saya memutuskan untuk menjadi seorang Sales Trainer dan sales Coach. Selama saya bekerja menjadi seorang Salesman dari level bawah sampai akhirnya terakhir menjabat sebagai seorang Sales Director. saya menemukan keasikannya disana.
Saya sering banyak membaca buku tentang sales dan cukup rajin mengolah dan setiap yang saya baca bisa saya pakai walau ada beberapa ilmu tidak saya pakai karena menurut saya itu hanya sekedar teori. Salah satunya mengenai yes set conditioning.
Nana adalah Salesman (penjual) asuransi jiwa. Dia bekerja sebagai sales asuransi jiwa karena untuk mengisi waktu yang kosong. Dia sudah mengikuti sedemikian banyak training dari salah satu perusahaan asuransi terkemuka. Hanya dia merasa sering kali terbentur dengan sikap mental, attitude dan cara berbicara dengan customer. Apalagi bila customernya sudah “resistence dan reject” kepada dia. Dimana kuota target dia harus tercapai dalam waktu 6 bulan, karena bila tidak tercapai maka dia harus kembali menjadi ibu rumah tangga.
Suatu ketika dia datang kepada saya meminta bantuan bagaimana caranya untuk bisa berkomunikasi dengan baik dalam melakukan penjualan sebagai salesman dan mental dia. Setelah saya menggali, sebenarnya dia sudah mendapat tips dan trik bagaimana cara berkomunikasi yang benar.
Saya berpikir sebentar, sebenarnya apa yang salah dengan semua ilmu yang sudah dia dapatkan ditraining. Lalu saya terpikir satu metode yang menurut saya cukup menarik.