Matthew adalah seorang anak yang spesial dan cukup cerdas berumur 6 tahun. Hanya dia mengalami kesulitan untuk memakan buah secara langsung. Karena dari dulu orang tuanya memberikan buah-buahan dalam bentuk jus alias diblender.
Suatu ketika, ayahnya mempelajari teknik mengenai NLP khususnya submodalities dan anchoring. Dan dia mencoba Matthew untuk memakan buah jeruk. Ibunya mencoba untuk meMAKSA Matthew untuk memakan jeruk tersebut dengan sedikit paksaan akhirnya masuklah jeruk tersebut dan terjadilah reaksi yang cukup aneh, dia memuntahkan jeruknya dan dari tenggorokannya seperti dia ingin memuntahkan isi perutnya.
Ayahnya melihat kejadian tersebut, lalu dia mencoba memakai teknik berbeda.
“Matthew suka coklat bukan?”
Kebetulan makanan tersebut adalah favorit dia.
“Coba Matthew mengimajinasikan coklat yang Matthew sangat suka”
“Enak ngga thew?”
“Enak ayah” Kata Matthew
Sambil mengatakan enak tersebut, ayahnya melakukan sentuhan 3 jari ditangan Matthew. (Ini yang dinamakan anchor pada saat menjelang peak perasaan enaknya tersebut)
Lalu dicoba dilakukan anchor sekali lagi sambil diimajinasikan bahwa coklat tersebut dikunyah dimulutnya. Dan ayahnya juga pura-pura mengucapkan bahwa betapa enaknya coklat tersebut.
Kemudian, sambil bermain imaginasi tadi diberikan jeruknya. Bahwa jeruknya dilumuri dengan coklat kesukaannya. Dan ayahnya mengoda,” hmmmm betapa enaknya coklat ini”
Dan sambil melakukan trigger anchor ditangan yang sama akhirnya masuk juga jeruk tersebut dimakan olehnya.
Setelah dia memakan satu jeruk, dicoba untuk jeruk kedua tanpa dilakukan imaginasi tadi, sambil dimainkan gustatorynya (pengecapan) yaitu mmmmm manisnya jeruk ini yah. Luar biasa manis yah…. Kemudian ditrigger lagi anchor tersebut masuklah jeruk berikutnya.
Sehingga mulai sejak itu,
Matthew dapat dengan mudah memakan jeruk. Hanya dengan menggunakan teknik Anchor serta submodalities.